ULAT MENITIPKAN CAKRAWALANYA

Semoga sayapmu selalu menemukan langit yang selama ini kau cari.
Terbanglah sejauh yang kau mau, aku akan tetap menjadi angin yang diam-diam mendoakan arahmu.

Hanya saja,
ada sedih yang tak pandai kusembunyikan.
Sebab jika kau adalah burung yang memang ditakdirkan mengejar cakrawala,
aku mungkin hanyalah ulat yang pernah singgah di ranting yang sama.

Tak apa.
Barangkali memang begitulah cara langit mengajarkan makhluk kecil tentang kehilangan.
Ada yang diberi sayap untuk menjauh, ada yang diberi kepompong untuk belajar tinggal.

Maka terbanglah.
Jangan kau kecilkan langitmu, hanya karena aku belum punya sayap.

Bawalah sedikit cakrawalaku bersamamu yang pernah kutitipkan diam-diam pada ujung sayapmu.
Sebab mungkin,
suatu hari nanti,
ketika kau menoleh dari kejauhan.

Kau tak lagi menemukan ulat di ranting yang kau huni.
Barangkali aku telah menjadi kupu-kupu,
menemukan langitku sendiri, dan tak lagi menitipkan cakrawala kepada siapapun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BRANKAR BERSELIMUT DOSA

TAK PERNAH SELESAI KUKETAHUI