METAFORA ASA
Banyak benih yang terkubur namun tidak mendapatkan sinar
Lambungku jatuh dari tempat tidur
hidupku memiliki kecenderungan untuk jatuh lalu sadar.
Aku merobek kertas pada bab kematian
Terlalu banyak hal yang kurencanakan namun sama sekali tak bisa kuwujudkan
Aku tidak mau kepergian yang meninggalkan urusan
Aku harap waktu memiliki belas kasihan.
Jarum jam berhenti di pukul tiga
Ainul hayat itu berada di sebuah tempat di mana terbit dan tenggelamnya pusat tata surya
Kegelapan mengitarinya;
Setan-setan memperebutkannya.
Bulan memantulkan cahaya dengan daya tarik yang kuat
Sudut kemiringan bumi stagnan pada dua puluh tiga koma lima derajat.
Bulan tidak pernah pergi; Bintang tidak pernah lelah;
Itu hanya bumi yang senang menari-nari-berputar-
dan selalu berganti wajah.
Ke mana kesadaran manusia saat jiwanya terpenjara?
Di mana cinta berada saat dunia sedang mati rasa?
Aku menutup buku dan kuharap seseorang meneruskannya.
Komentar
Posting Komentar