AKHIR-AKHIR INI, AKU GEMAR MENERKA-NERKA
Ada yang naik ke langit
ada yang tumpah menyamudera
Tatkala sumpah telah
menjadi sampah
Maka, pekik revolusi pun
akan mati
Namamu yang kini bergelar
“Maha” Mahaguru, Mahasiswa membawa pada tunanurani
Nyanyian teori diatas
Menara Gading itu
Sungguh hanya kesia-siaan
Rongrongan-rongrongan
Dentuman kebenaran,
pekikan keadilan
Sudut-sudut yang dulu
penuh debat dialektis serta lingkar diskusi
Kini hampa tanpa aksi
Hari-hari suara megaphone
bersahutan
Jari-jari manis bersua
kejam seakan menutup sadar
Mereka takut ancaman
ujung pena yang membungkam
Di anggap bertindak makar
karena sok berkoar
Di anggap terlampau rimbunnya
kelam
Akhir-akhir ini, aku gemar
menerka-nerka.
Komentar
Posting Komentar