TAK PERNAH SELESAI KUKETAHUI
Aku tak pernah tahu dawai-dawai mana yang ia suka. Apakah ia lebih memilih denting piano klasik atau justru petikan gitar yang sederhana? Aku tak tahu apakah lagu-lagu patah hati menyentuhnya lebih dalam, atau justru ia lebih senang berdamai lewat musik tanpa lirik yang hanya berbicara lewat nada dan sunyi. Aku juga tak tahu wewangian apa yang selalu ia pakai. Apakah aroma vanila yang lembut? Atau wangi melati yang diam-diam menyelinap pelan? Kadang, saat ia lewat, hanya tersisa jejak samar yang lebih menyerupai kenangan daripada parfum. Aku tak tahu manisnya teh yang ia pilih di sore hari. Apakah ia suka teh melati hangat dalam cangkir keramik, atau teh lemon yang dingin dengan potongan es dan diam-diam menyimpan getir? Aku bahkan tak tahu apakah ia memilih teh karena ia butuh rasa manis, atau hanya karena tak ingin kopi membuat malamnya makin panjang. Aku tak tahu tempat mana yang jadi pelariannya ketika dunia terlalu ramai. Pantai yang sepi? Jalan-jalan kota saat dini hari? At...