Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025

(Monolog 3) SESEORANG TAK BERPAYUNG

  (Hening, suara hujan terdengar samar. Seseorang berdiri di tengah panggung, menatap dari kejauhan. Ia menarik napas panjang, lalu mulai berbicara, suaranya tenang, namun menyimpan beban.)   Dulu Aku selalu percaya. Aku bisa membuat seseorang melihat dunia dengan cara yang berbeda.   Dulu aku percaya itu.   (Ada jeda, ia tersenyum kecil, getir.)   Aku pernah berdiri di tengah hujan seperti ini, memegang payung, dan mencoba menawarkannya kepada seseorang.   Aku melihatnya berjalan dengan langkah pelan, membiarkan hujan membasahi rambut, pakaian, dan kulitnya.   Aku tahu dinginnya. Aku tahu tubuhnya menggigil. Aku tahu di dalam hatinya, ada rasa tidak nyaman, mungkin juga rasa sakit.   Jadi aku berkata, “Mari berteduh, aku punya payung.”   Tapi ia hanya tersenyum kecil dan menggeleng.   Ia berkata, “Aku baik-baik saja.”   Aku tidak mengerti.   Bagaimana bisa ia bilang baik-b...